Tuesday, January 20th, 2009


Assalamualaikum. ..

Berikut ini adalah penuturan temannya Rebecca (teman saya) dari inggris yang pergi haji bersama rebecca dan dalam perjalanan pulang ke inggris mereka diberkahi oleh Allah sebuah kesempatan untuk mengunjungi tanah suci Palestina di Jerussalem dan shalat di Masjid Al Aqsa….Alhamdulill ah mereka sertakan poto poto menarik dan menyentuh hati dari Tanah Al Quds…..

berikut penuturannya dalam bahasa inggris dan sudah saya terjemahankan (dengan keterbatasan bahasa Inggris saya). Teks aslinya dalam bahasa inggris ada di bagian bawah….

Tolong disebar kepada semua contact list antum…
wassalam
ameeratuljannah. blogspot. com

============ ========= ========= =

Salam untuk semuanya

Semoga kalian (dalam keadaan) baik. aku berfikir untuk mengirim email untuk kalian tentang rangkain perjalananku. ..sebagaimana kalian tahu bahwa tahun ini aku pergi haji dan Alhamdulillah semuanya menakjubkan. setelah Haji kami mendapat berkah lebih (dengan diberinya) kesempatana untuk kami mengunjungi Palestina dan sholat di Masjid Al Aqsa, masjid termulia ketiga di dunia. aku pikir kalian akan suka mendengar pengalamanku seiring dengan segala sesuatu yang sedang terjadi di Ghaza saat ini.

Sebelum pergi ke Palestina, aku harus mengakui bahwa aku ketakutan seperti anak kecil. kami selalu mendengar cerita cerita horor tentang orang orang yang ditahan bertahun tahun oleh tentara Israel. Alhamdulillah kami tidak mengalami masalah seperti itu. Tentu saja kami ditanyai tentang kenapa kami datang, apakah kami akan mengunjungi Tepi barat (west bank)? Hebron? berapa uang yang akan kami habiskan, dll. dan sekali waktu kami harus menunggu selama 2 jam ketika paspor kami harus berkeliling dari (satu tempat ke temnpat lain) tapi selain dari itu semuanya baik baik saja. Sebagian besar tentara israel di tepian Yordania sepertinya 10 tahun lebih muda dariku. mereka melakukan wajib militer sepertinya, mereka nampak mencoba untuk memberi kesan menakutkan. kami memasuki palestina melalui yordania dan kemudian hanya dalam waktu kurang dari satu jam kami sudah memasuki Jerussalem. suatu hari seseorang menyampaikan kepadaku untuk tidak mengunjungi palestina karena dia adalah tanah yang sedang diduduki (oleh Israel). tetapi semua orang yang kami temui merasa gembira melihat kedatangan kami, mereka senbang jika ada muslim dari negeri lain mengunjungi palestina. tidak hanya ini akan mendukung rakyat palestina akan tetapi juga menunjukkan kepada Israel betapa Al Aqsa adalah hal penting bagi kita dan kita tidak akan dengan mudah menyerahkannya.

Bagi Rakyat Palestina Kehidupan di Jerusallem sangat susah sekali. kami berkenalan dengan seorang laki laki yang mengurus hotel dimana kita tinggal dan dia menyampaikan bahwa bagi seorang muslim di Jerussalem untuk bertahan hidup saja adalah JIHAD. orang yahudi di izinkan untuk menjadi penduduk Jerussalen sedangkan kebalikannya muslim tidak di izinkan! jadi jika ada seorang warga Amerika datang dan kemudian memilih menjadi penduduk jerussalem (maka itu sah sah saja) sedang muslim tidak bisa melakukan ini. Biaya hidup juga mahal untuk muslim yang tinggal di Jerussalem – teman kami yang menyampaikan-  satu contoh, jika kalian ingin membeli daging maka harga daging (di jerussalem) 3 kali lebih mahal dari harga daging di bagian lain negeri palestina. untuk membeli 1 apartemen dengan 1 kamar tidur akan butuh biaya $250.000! pada dasarnya ide dibalik ini adalah untuk mempersulit kehidupan kaum muslimin (di Jerussalem) agar kemudian mereka meninggalkan (jerussalem) dan jika muslim meninggalkan Jerussalem maka tidak akan kata kembali!

Kami bertemu dengan orang yang lain (yang menurutku dia pembuat falafels ter-enak yang pernah aku cicipi) yang tidak pernah tidur di rumah yang sama dengan keluarganya selama 7 tahun! toko falafel-nya berseberangan dengan rumahnya namun 7 tahun yang lalu ’sesuatu telah terjadi’ dan sejak saat itu dia diharuskan tidur di tempat lain.
kami juga mengunjungi Bethlehem dan Hebron (khalil) dimana Rasul Ibrahim dimakamkan. dalam perjalanan kami melihat banyak sekali pemukiman yahudi, nampak perbedaan yang nyata antara pemukiman yahudi dan (rumah rumah) tempat tinggal rakyat palestina. dalam bis yang kami tumpangi menuju yordania ada seorang remaja amerika yang diharuskan turun. kami pikir hal ini sangat aneh karena sangat tidak mungkin ada perbedaan perlakuan antara orang inggris dan amerika. kami kembali bertemu dengan dia tanpa sengaja di palestina dan kutanyakan kenapa dia harus turun, semua hanya karena dia adalah seorang palestina yang kebetulan memegang paspor Amerika. dan setiap orang asli palestina harus menaiki bis yang berbeda. ada juga perbedaan antar taxi untuk rakyat palestina dan israeli. Rasiskah?

ini adalah pengalaman yang menakjubkan sekaligus pembuka mata, karena ada juga wanita canada yang tinggal di hotel yang sama dengan kami dan dia bilang:”aku sudah belajar banyak tentang situasi (disini) dimana ini tidak akan aku dapatkan dari CNN

aku juga mengirim link dari beberapa poto dari pelestina yang diletakkan di Facebook oleh saudara laki lakiku (sepertinya kalian bisa melihatnya meskipun kalian tidak terdaftar sebagai anggota Facebook)
http://www.facebook .com/album. php?aid=69307&l=52e04&id=583426956

naveed

============ ========= === In English ============ ========= =====

Salam all

Hope you are well. I thought I would email you all to tell you about my travels….as you already know I performed Hajj this year, alhamdulillah it was amazing.  After Hajj we were blessed further by being able to visit Palestine and pray in Al Aqsa, the third holiest mosque in the world.  I thought you may like to hear about my experience in light of everything that is happening in Gaza at the moment.

Before going to Palestine I have to admit I was a tad nervous, we always hear lots of horror stories about people being detained for ages etc by Israeli soldiers, Alhamdulillah we did not have that problem.  Of course we were questionned about why we had come, were we going to visit the west bank? hebron?  How much money would we spend etc etc and we had to hang around for a couple of hours while our passsports were passed around but apart from that it was ok.  Most of the Israeli soldiers at the border in Jordan were probably ten years younger than me, doing their year of military service I presume, trying to look intimdating.  We entered Palestine through Jordan and then it took us just under an hour to get to Jerusalem.  Once someone said to me that Muslims should not visit Palestine because it is an occupied land  – all the people we met were pleased that we had come, they love it when Muslims from other countries visit Palestine.  Not only is it support for the Palestinians but it also shows Israelis that Al Aqsa is important to us and we will not just ‘hand it over’.

Life in Jerusalem is very hard for Palestinians, we got to know the man who ran the hotel that we stayed in and he was telling us that simply living in Jerusalem for Muslims is jihad – Jewish people are allowed to become residents in Jerusalem, Muslims in contrast are not, so an American could come over and decide that they want to settle in Jerusalem, a Muslim could not do this.  Life is also very expensive for Muslims living there – our friend told us that, for example if you wanted to buy meat it costs three times more than it would in other parts of Palestine, to buy a 1 bedroom flat costs around $250,000! Basically the idea behind this is that life gets so tough for the Muslims that they eventually leave and once a Muslim decides to leave that’s it, there’s no coming back.
We met another man (who I think makes the best falafels I have ever tasted) who had not slept in the same house as his family for 7 years – his falafel shop was opposite his house and seven years ago ’something’ happened, since then he has been told that he has to sleep somewhere else.
We also visted Bethlehem and Hebron (Khalil) where Prophet Ibrahim is buried, on our journey we saw lots of Israeli settlements, there is a stark contrast between the settlements and the places where Palestinians live.  On the bus on the way to Jordan an American boy was told he had to get off, we all thought this was a bit strange as we didn’t think there would be different treatment of British and American people – we bumped into him again in Palestine and asked him why he had to get off, it was because although he has an American passport he is Palestinian and Palestinians have to travel on separate buses, there are also different taxis for Palestinians and different ones for Israelis…aparthei d?!!!

It was an amazing and eye-opening experience, as one Canadian lady who was staying at the same place as us said to me, ‘I have learnt so much here about the situation – I could never get this from CNN.’

I am sending you a link of some pictures from Palestine that my brother put up on his facebook in case you want to see some pics.  ( I think you can see them even if you are not on facebook)
Naveed
x
http://www.facebook .com/album. php?aid=69307&l=52e04&id=583426956

Assalamualaikum saudaraku seiman…

Berikut ini adalah surat langsung dari seorang Ibu di Ghaza yang 2 minggu yang lalu sempat diwawancarai oleh Islam Channel – UK (www.islamchannel. tv) dimana ketika beliau diwawancarai, saudara kita yang bernama Umm Taqi ini harus menyabung nyawanya karena bom sewaktu waktu bisa meluluh lantakkan rumahnya…. .
Minggu yang lalu (17 Januari 2009) surat dari beliau juga dibacakan didepan para demonstran di Marble Arch, London dan pada malam harinya dibacakan kembali dalam sebuah show yang berjudul Muslimah Dilemma di Islam Channel

saya sertakan teks aslinya dalam bahasa inggris meski sebenarnya ini juga hasil terjemahan dari surat asli beliau yang tertulis dengan bahasa Arab.

secara langsung antum akan bisa melihat bagaimana mereka melalui hari hari mereka dan sungguh saya merasa malu dan merasa tersentak membaca surat ini. Bagaimana tidak karena ternyata aksi aksi yang kita lakukan menjadi harapan baru bagi mereka dimana mereka merasa tidak sendiri dan diingat oleh saudaranya yang lain……saya malu karena belum mampu membantu banyak dan inshaAllah akan menjadi bahan renungan bagi kita untuk langkah ke depan….

mohon bantuannya untuk menyebar luaskan supaya suara nyata ini bisa didengar oleh kaum muslimin dimanapun mereka berada……
jazakumullah Khair
wassalam
ameeratuljannah. blogspot. com

=====================

Assalamualaikum

Saudaraku muslim dan muslimah, dalam kesempatan ini aku ingin mengirim pesan dari saudaramu di Ghaza. simaklah kondisi kami dan sampaikan kepada siapa saja entah itu orang yang kalian kenal ataupun yang tidak kalian kenal

Situasi yang kami hadapi mengerikan namun iman kami kuat, Alhamdulillah meskipun kami tidak memiliki air yang memadai dan kalaulah ada, air itu sudah terpolusi dan kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. ketika kami memiliki uang maka oang yang menjualnya menyampaikan bahwa terlalu bahaya untuk mereka berjalan keluar dan mendapatkan supplai. Kami tidak memiliki gas dan ini sudah berlangsung sejak 4 bulan terakhir. kami hanya bisa memasak sedikit makanan diatas tungku tungku yang sudah kami siapkan.

Para keluarga laki laki kami telah kehilangan pekerjaannya. mereka menghabiskan keseharian mereka dirumah. Suamiku pergi seharian dari satu tempat ke tempat lain hanya demi mendapatkan (kebutuhan) dasar air. Biasanya dia kembali ke rumah dengan tangan hampa. Tidak ada sekolah, tidak ada bank, dan Rumah sakitpun jarang yang buka. kami selalu sadar bahwa nyawa kami terancam setiap kali kami keluar rumah.

Mereka (zionis) memberikan jam malam antara pukul 1 hingga 4 sore. kami bisa keluar dalam keadaan aman untuk mendapatkan supplai, kata mereka, tapi itu semua bohong! seringnya jutsru mereka menggunakan kesempatan itu untuk menambah jumlah syuhada dalam daftar mereka.

kami makan sehari nasi dan sehari roti. Daging dan susu adalah kemewahan. mereka menggunakan senjata perang kimia di area  perbatasan.

setelah semua ini kami diberitahu bahwa orang orang di seluruh dunia berdemo. MashaAllah! Fakta bahwa kalian pergi ke kedutaan2 dan meninggalkan rumah rumah kalian membuat kami merasa bahwa kami tidak sendiri dalam perjuangan ini.

tetapi kalian bisa pulang ke rumah dan mengunci rumah kalian. Sedang kami….Kami tidak bisa melakukan itu. Tiap malam aku harus meninggalkan rumahku yang berada di lantai 2 dan tinggal bersama saudara perempuanku di lantai dasar. Jika ada serangan maka lebih cepat bagi kami untuk meninggalkan (gedung) dari lantai dasar.

ya..Kami lelah, ketika kami mendengar roket dan bom serta melihat pesawat pesawat yang terbang mendekati gedung, aku menjerit bersama anak laki lakiku yang masih muda dan suamiku merasa tidak mampu melakukan apa apa.

Dalam hal ini tidak ada yang bisa menyelamatkan kami selain Allah. Tetapi ummah juga bertanya tanya dimana tentara tentara kaum muslimin, dimana kemenangan itu?

Jangan lupakan kami karena hanya kalianlah yang kami miliki. Sadaqah baik kalian tidak sampai kepada kami dan ketika mereka membuka perbatasan hanya segelintir orang yang mendapatkan (sumbangan) itu. Tetaplah berjuang di Jalan Allah dan berdoalah agar kemenangan itu segera datang inshaAllah..

wassalam
saudaramu Umm Taqi

============

Text In English

============

Asaalam Alykum,

My dear sisters and brothers I wanted to take this opportunity to send you a message from the sisters in Gaza . Please hear our situation and tell everyone that you know and dont know.

Our situation is dire but our eman is strong alhamdulillah, even though we have no water to speak of, and when we do it is polluted and we have no money to buy mineral water. When we find the money those that sell it say that it is too dangerous for them to travel out to get new supplies. We have no gas, and have not had for the last four months. We cook the little food we have on real fires that we have learned to prepare.

Our men have lost all of their jobs. They spend their days at home now. My husband can spend a day just going from place to place just for the basic need of water. He usually returns empty handed. There are no schools, no banks, hardly any hospitals open. You are constantly aware that you risk your life when you go out and when you are indoors. They give us a curfew between 1-4pm. We can go out, they say, in safety to get your supplies, but that is a lie. They have ofetn used that opportnity to add more shuhada to their list.

We eat one day rice and one day bread. Meat and milk are a luxury. They are using chemical warfare in the areas which are on the borders.

All this and we are being told that people demonstrate all over the world. Masha Allah. the fact that you go to embassies and leave your homes makes us feel truely that we are not alone in our struggle.

But you go home at night and lock your door. We cannot do that. I have to leave my home on the second floor every night and stay with my sister on the ground floor. Should there be an attack, it’s quicker to leave from the ground floor.

Yes we are tired. When we hear rockets and bombs and see planes that fly too close to our building, I scream with my young son and my husband feels helpless.

In all this there is no one but Allah (swt) that can save us. But the ummah is asking where are the armies, where is the victory. Dont forget us because you are all that we have now. Your kind sadeqat is not reaching us, and when they open borders it only reaches a few. Keep up the work of Allah and pray that th victory will come soon insha Allah.

Ws.

Your sister umm Taqi.